Asal mula lambang salib.

Posted: September 5, 2010 in apa yang kamu ketahui...

Dari mana asalnya Salib ???

Sebenarnya, salib adalah lambang yang sangat tua yang terdapat di dunia jauh sebelum lahirnya Nabi Isa. Awalany orang-oarang Kristen tidak mengunakan salib sebagai lambang mereka. Benda ini tidak termasuk dalam daftar pertama lambang-lambang  Kristen yang disebutkan St. Clemrnt. mulanya yang mereka gunakan justru lambang bintang ikan (pisces) dan anak domba sebagai lambang penyelamatnya.

MULANYA KRISTEN EMOH SALIB

Ketika lambang salib akhirnya dipakai, orang-orang Kristen sempat merasa  enggan terhadap gambar seorang laki-laki yang tergantung pada salib. Hal ini tidak pernah dilakukan Gerja Kristen sebelum abad ke-7 M. Faktanya, salib dengan orang tergantung telah di masukan oleh orang Roma dari India berabad-abad sebelum zaman  Kristen. Walker berkata, “…oorang-orang Kristen dini bahkan menolak salib karena (berbau) pagan… patung-patung yesus dini tidak menggambarkan dia di atas salib, tetapi dalam samaran ‘Gembala yang baik’ yang membawa domba.”

(Acharya, The Christ Conspiracy)

SALIB TANDA PAGAN

Churchward mengatakan, “Pada dasarnya salib merupakan tanda astronami. Salib dengan lengan sama panjang menunjukan waktu siang dan malam yang sama panjang, dan merupakan tanda equinox.” Derek Patridge menyatakan, “Yanng ditunjukan oleh salib dengan lingkaran di dalamnya….adalah sebenarnya matahari yang mengecil di zodiac, bukan orang.”

Encyclopedia of Funk and Wagnalls menyebutkan bahwa “Tanda salib sudah digunakan sebagai lambang  sebelum zaman Kristen. Di Italia –di mana terletak Roma yang menjadi salah satu pusat paling dini bagi penyebaran agama Kristen-, terdapat salib sebagai peningalan dari zaman prasejarah. Di Mesir purba, yang memuja dewi-dewi yang mati menebus dosa dengan darah, salib di jadikan lambang keagamaan yang umumnya berbentuk huruf T, yang oleh para ahli disebut dengtan tau. Ada pula salib tau yang di atasnya dipasang sebuah “gagang” yang  berupa lingkaran. Lingkaran itu melambangkan kekekalan. Salib yang di atasnya bergagang lingkaran itu melambangkan kehidupan abadi. Salib berlig-karan (curxansata/salib ankh) biasa dipakai di leher para pendeta Mesir kuno sebagai kalung. Di kalangan berbagai bangsa purba di sekitar wilayah Mediterania, termasuk Funisia yang bertetangga dengan Palestian, lambang salib Mesir itu juga  mengandung pengertian hikamah atau kebijaksanaan raha-sia.”

Selain salib tau terdapat satu lagi jenis salib yang disebut dengan salib Berlengan Sama Panjang. Salib ini telah di kenal di seluruh duni purba. Oleh para ahli di katakana bahwa di kalangan dunia purba, salib ini melambangkan keempat unsure (bumi, udara, air, dan api) yang di pandang sebagai sumber penciptaan segala sesuatu. Unsure-unsur itu di pandang sebagai yang abadi, sehingga segala sesuatu yang tercipta darinya, tidak akan musnah, sekalipun berubah-ubah.

Salib berlengan panjang juga digunakan sebagai penanda pada makanan suci maupn wadah air suci keagamaan. Penggunaan salib ini terdapat di kalangan bangsa-bangsa Assyiria, Babilonia, dan Persia purba.

Bentuk lain salib jenis lain adalah swastika. Ini sebenarnya adalah salib berlengan panjang, yang bagian ujung lengannya tertekuk atau di patahkan menurut arah yang sama (seprerti arah jarum jam). Menurut para ahli, ujung lengan yang tertekuk itu asalnya melengkung, yang apabila diteruskan akan membentuk lingkaran yang memanifestasikan lambang matahari.

Encyclopedia of Funk and wangalls mengatakan, “”bentuk atau model ini adalah salah satu lambang palling dini yang terkenal yang teelah dibuat oleh manusia, dan salah satu lambang yang paling menyebar di kalangan bangsa-bangsa primitive. Lambang ini terdapat di seluruh benua selain di benua Australia, dan merupakn lambang dewa matahari, dari Apollo (dewa wilayah Mediterania) dan Odin (dewa orang eropa utara) sampai Quetzalcoatle (dewa orang Indian Maya) lambang ini masih bertahan sebagai lambang keagamaan di kalangan para penganut agama Budha dan agama Jain di India, serta di China maupun Jepang, maupun dikalangn suku-suku Indian di Amerika utara yang masih meneruskan praktik keagamaan dan pengobatan asli (praktek perdukunan)

Bagaimanapun, salib merupakan lambng dewa Matahari. Karena matahari hanya satu bagai seluruh dunia, maka dengan sendirinya di mana-mana, apabila mereka mwmuja Dewa Matahari maka lambang dan kepercayaan akan mirip. Demikian halnya antara kepercayaan pagan denngan kepercayaan Kristen. Sejak ribuan tahun sebelumnya hingga zaman penyebaran agama Kristen di wilayah Mediterania, telah terdapat telah terdapat agama-agama yang meyakini dewa-dewi yang menderita, di salib dan mati menebus dosa.

TOKOH KRISTEN MENGELAK

Beberapa tokoh Kristen awal, seperti irenaeus dan Justin Martyr, sebenernya tahu akan kemiripan-kemiripan dengan agama paganini. Mereka komplain bahwa agama pagan yang terlebih dahulu ada dari pada Kristen sebenarnya mengcopi-paste akidah dan praktik Kristen yang telah diramalkan dalam kitab-kitab Yahudi, sebelum datangnya Nabi Isa a’laihi salam lahir, sebagai bentuk olok-olok.

Justinus Martin berapologi bahwa iblis mendengar ramalan-ramalan para nabi besar sebelumnya, meniru ajaran Kristen sebelum adanya agama Kristen itu sendiri.

Kemiripan-kemiripan Kristen dengan agama pagan begitu nyata hingga seorang Martin Luther King pernah berkata, “…Ringkasnya dapat kita katakana bahwa kepercayaan atas kehidupan yang kekal, perantara antara Tuhan dan manusia, pelaksanaan sejumlah ritual sakramen, kelahiran kembali orang yang baru masuk agama, dan dalam banyak hal dukungan atas nilai-nilai moral tertentu merupakan hal yang sama antar Mithraisme dan ajaran Nasrani. Faktanya, kesamaan ini begitu jelas hingga banyak orang percaya bahwa agama Nasrani sendiri merupakan sebuah aliran kepercayaan rahasia (sebagai Mithraisme).”

Kini kita tahu, kepercayaan Pagan di mana pun di seantro dunia ternyata mirip. Dari Eropa utara, wilayah Mediterania, Asia Tengah, bahakn sampai Amerika selatan, semuanya mempunyai kepercayaan dewa yang lahir-mati berkorban disalib-bangkit kembali sebagai juru selamat, semuanya mempunyai ritual teofagi, baptis, dan berlambang mirip. Pertanyaannya: mengapa bias mirip, padahal terpisah jarak ribuan kilometer dan waktu ribuan tahun? Jawabannya adalah semua berasal dari satu sumbaer: iblis.

Kita telah tahu bahwa Allah azzawajalla memang memberi peneguhan kepada iblis sampai hari kiamat. Dan iblis memang berniat mencari teman untuk di neraka. FYI, kesesatan yang pertama kali di propagandakan pertama kali pada manusia adalah kafir kepada Allah azzawajalla. Nggak heran, kepercayaan kafir di seluruh penjuru dunia hampir sama, karena sumbernya pun sama.

Ironisnya, qodarollah, ini juga terjadi pada Kristen yang dulunya adalah agama tahuid. Target pertama iblis tetap saja memasukan kekufuran. Inilan yang sudah terjadi pada Kristen.

Kenyataanya ini juga membuka mata kita bahwa Islam yang di bawa Nabi Muhammad sahalaullahu a’laihi wa salam, adalah satu-satunya agama yang diu jaga oleh Allah azzawajalla dari infiltrasi kafir gaya iblis. Akan ada selalu ajaran Islam murni setiap yang dibawa Nabi Muhammad shalaullahu a’laihi wa salam sampai kiamat kekal.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s