asal mula 25 desember

Posted: September 5, 2010 in apa yang kamu ketahui...

25 desember hari natal siapa?

Bulan desember adalah bulan keramat bagi kaum nasrani. Yak, tul, karena di bulan ini, ada hari raya mereka, yaitu hari natal, alias hari raya kelahiran yesus, atau nabi isa. Tentu kamu juga tahu bahwa hri itu jatuh pada tanggal 25 desember.

Asalnya tudak jelas

Tidak diketaui dengan jelas kapan atau kenapa tanggal 25 desember jadi dihubungkan dengan kelahiran nabi isa. Injil perjanjian baru tidak specific menyebutkan kapan kelahiran yesus.loh???jadi udah selesai dong artikelnya? Belum, ada yang bakal bikin kamu kaget atau bikin jdat kamu berkerut-kerut.

Sextus Julius africanus, seorang pengembara dan sejarawan nasrani yang hidup di abad III M, adalah orang yang diduga mempopulerkan ide bahwa 25 desember adalah hari lahir yesus. Ia menulisnya di kitab sejarahnya, Chronographiai, sebuah kitab 5 jilid tebal refrensi orang nasrani, yang ia tulis pada tahun 211M.

Tanggal 25 desember merupakn 9 bulan setelah hari Incarnation yang jatuh pada tanggal 25 maret. Ikarnasi sendiri merupakan keyakinan orang nasrani bahwa, yesus, yang merupakan unsure trinitas, memilih sebuah tubuh manusia dan alamnya sehinagga menjelma menjadi manusia tuhan. Tanggal 25 maret sendiri mereka peringatkan sebagai hari datangnya jibrilkepada maryam uantuk mengabarkan akan di kandungnya bayi isa. 25 maret merupakan tanggal ekuinoks adalah kejadian saat matahari melintas di garis khatulistiwa, dan siklus tahunannya.

Perayaan natal belumlah muncul untuk beberapa waktu setelah Chonogrphiai diterbitkan. Tertullian, seorang penulis pada masa awal Kristen, belum menyebutkan bahwa hari natal sebagai hari raya di bukunya, Churc of Roman Africa. Pada tahun 245 M, Origen dari alexanderia, seoerng pendeta juga, mencela ide merayakan kelahiran yesus. Ia berpendapat hanya orang-orang yang berdosa yang merayakan hari ulang tahun, orang-orang saleh tidak merayakan hari ulang tahun.

Refrensi paling tua tentang perayaan hari kelahiran yesus pada 25 desember di temukan di Chronogrphy tahun 354 M, sebuah manuskrip bergambar yang disusun di Roma pada 345 M. Naskah asli manuskripsebenarnya tidak kethuan asalnya. Yang tersisa hanyalah salinan yang diduga yang merupakan salinan atas salinan atas salinan… Di juz XII kitab itu, tertulis “Delapan hari sebelum januari (25 desember), hari yesus di Bethlehem, Judea.”

Hari natal di promosikan di wilayah Kristen timur sebagai bagian bangkitnya kembali Kristen katolik setelah kematian Valens, raja yang pro
Arius –Arius adalah pendeta yang menolak trinitas, pada perang Adrianopel tahun 378 M. Hari raya ini dikenalkan di Konstatinopel pada tahun 379 M, dan di Antiokia pada sekitar 380 M. Hari raya natal sempat menghilang saat Gregorius  dari Nazianzuz pensiun dari keuskupan pada 381 M. Kemudian hari ini diperkenalkan kembali oleh  John Chrysostom pada sekitar 400 M.

Hari raya berhala.

Tanggal hari natal kemungkinan besar berhubungan dengan penyembahan terhadap matahari. Loh kok bias? Jacob Bar-Salibi seorang pendeta dari gereja ortodoks suriah hidup di abad XII M yang produktif dalam menulis komentar/catatan kaki terhdap karya-karya pendeta sebelumnya, menulis, “sudah jadi kebiasaan kaum pagan (penyembah berhala) untuk berhari raya pada tanggal 25 desember sebagai hari lahir matahari, saat di mana mereka menyalakan lentera sebagai tanda festival tersebut. Pada pereyaan dan keramaian inilah, orang-orang Kristen ambil bagian. Maka, ketika para pendeta mera orang-orang Kristen memiliki kecendrungan terhadap festival ini, mereka menasehati dan menetapkan bahwa kelahiran yesus seharusnya diperingati dengan khidmat pada hari itu.” ( dimuat di “Christianity and pangnism in the Fourth to Eighth centuries”, Ramasya MacMullen. Yale

;1997, halaman 155 )

Klopnya, hari raya berhala ini juga terdokumentasi pertama kali hanya di Chornography 354 M, sebagaimana hari raya natal juga terdokumentasi pertama kali juga terdokumentasi di kitab itu. Pada juz VI, tertulis “Pada 25 desember, N

-INVICTI.CM.XXX –Hari lahi yang tak terkalahkan, permainan-permainan diada-kan ada 30 perlombaan.” Ini merupakn refrensi tertulis paling jadul dar festival berhala Sol Ivictus.

Orang romawi merayakan  festival pada tanggal 25 desember yang  disebut dengan Dies atau harai lahira yang tak terkalahkan, untuk memperingati hari lahir Dewa Matahari. Penggunaan frasa Sol Invictus menyebabkan diizinkannaya penyembahan beberapa dewa matahari dari kebudayaanberbeda pada masa itu. FYI, pada masa itu ada Elah-Gabal, dewa matahari orang suriah (makna awalnya sih dewa gunung alias ilah jabal); Sol, dewa matahari kaisar Aurelia (berkuasa 270-274 M), dan mitra, dewa tentara orang Persia. Kaisar Elagabalus, kaisar Romawi dari suriah (berkuasa 218-222 M), adalah yang mengenalkan festival ini. Perayaan ini mencapai puncak popularitasnya pada masa Kaisar Aurelia, yang menetapkanya sebagai hari libur panjang di seluruh kekaisaran.

Tanggal 25 desember merupakan tanggal saat-saat terjadinya solstice, yaitu yaituh saat posisi matahari terletak pada jarak sudut terjauh pada sisi lain dari bidang datar khatulistiwa pengamat. Ini adalah hari saat matahari memulai gerakannya ke arah utara di cakrawala. Orang romawi mwngatakan bahwa pada hari itu matahari membuktikan diri bahwa dia tak terkalahkan. Dies Natalis solis Invicti merupakn perayaan hari kembalinya matahari, sejak itu siang hari lebih lama dari pada malam hari.

Festival Sol Invictus diklaim punya tanggung jawab paling besar bagi di tetapkannya hari raya natal, menurut Catholic Encylopedia. Beberapa penulis awal Kristen menghubungkan kelahiran kembali matahari dengan kelahiran yesus. Cyprian, seorang pendeta dari kartago (meninggal 258 M), menulis, “Oh, betapa ajaibnya aksi kekuatan ilahi, pada hari matahari lahir…yesus seharusnya juga lahir.”

Gereja berkelit

Pengaruh festival Sol Invictus terhadap hari raya Natal mulai dipertanyakan oleh kalangan gereja.

Joseph Ratzinger, Paus sekarang, Beneditct XVI, berargumen bahwa 25 desember ditentukan dengan mudah dengan menambahkan 9 bulan dari tanggal 25 maret (hari jibril mendatangi maryam untuk mengabarkan dikandungnya Isa). Masalahnya, 25 maret sebenarnya bersamaan dengan ekuinoks vernal, alias mulainya musim semi, yang oleh penyembah berhala dianggap tanda hidup baru atau kelahiran baru. Dan orang Kristen menyulap hari kelahiran baru ini menjadi hari mulai di kandungnya yesus oleh maria.

Beberapa komentator Kristen, seperti William J. Tighe, menyebutkan bahwa hari lahir yesus sudah ada sebelum festival Sol Invictus, seraya menyebutkan bahwa perayaan Natal 25 desember paling jadul tercatat pada tahun 24 M. Ups..tapi ini pun keliru..! kan kaisar Elagabalus saja mulai merayakan Sol Invctus sebelum kematiaannya pada 222 M? beberapa tokoh Kristen sudah menerima kemungkinan Sol Invictus berada di balik hari natal. Tentu dengan embel-embel, bahwa para tokoh gereja awal telah mambaptis hari raya berhala ini dengan makna baru, yaitu makna Kristen.

Yesus = dewa matahari?

Kalo engga ada hubungannya dengan dewa matahari, bagaiman bias muncul symbol-symbol matahari berbarengan dengan figure yesus?

FYI, symbol matahari begitu popular loh pada masa penulisan Kristen awal. Mereka menggangap yesus sebagai matahari kebenaran. Salah satu contohnya aalah pada doa dan lagu di gereja, misalnya Troparion of the Nativity dari gereja ortodoks timur,

Kelahirnmu, ya yesus, tuhan kami,

Bangkit di dunia sebagai cahaya ilmu;

Untuk memerangi mereka yang menyembah bintang-bintang,

Yang di ajari oleh sebuah bintang untuk menyembah mu,

Wahai matahari kebenaran.

Dan untuk mengenlmu, wahai matahari terbit yang paling ttinggi.

Ya tuhanku, kemuliaam bagimu.

Jelas-jelas gambar atau patung Kristen mengadopsi seni budaya penyembah berhala. Misalnya menggambarkan yesus dengan lingkaran cahaya, atau bahkan yesus dengan mahkota matahari.

Di New Catholic Encyclopedia, 1967, pada entri Konstantin Agung, tertulis, “Di samping itu, Sol Invictus telah di adopsi oleh orang Kristen dengan makna kristenan sebagaimana tergambar pada Yesus sebagai Apollo-Helios di sebuah mausoleum yang ditemukan di bawah  gereja St. Peter di Vatikan.”

Memang, di ensiklopedia yang sama, di tulis juga. “…dari awal abad ketiga, istilah Matahari Kebenaran muncul sebagai sebutan bagi yesus.”

Oh-oh, ketahuanlah bahwa 25 desember itu ternyata nyontek agama berhala. Aslinya sih hari lahirnya Nabi Isa nggak di ketahui. Hanya Allah azzawajalla yang tahu. Inilah salah satu fakta bahwa agama nasrani itu bener-bener udah jadi produk rekayasa manusia.

Sekarang kita juga jadi tambah tahu agama nasrani benar-benar sudah jadi agama campur baur dengan panganisme. Nggak heran banyak pendeta yang setelah belajar Kristen secara mendalam malah masuk islam.

Pelajaran yang  kita ambil adalah hendaknya kita berislam dengan meneladani Rasulullah shalaulahu’alahi wa salam dan para sahabat agar tidak terjadi percampurbauran dengan paham-paham lain sebagaimana yang telah terjadi pada agama yang dulunya juga agama tauhid ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s